[90º Degrees] Ask Your Original Character: Afternoon Tea With Isama Yasu

Games ini dibuat oleh salah satu penulis ©snqlxoals818. Tapi saya telat ikut karena postingannya sudah dihapus. Berhubung sudah terlanjur nulis sesi interview dengan anak-anak saya (re, karakter original) dan kebetulan di blog penulis dikasih izin buat terus lanjut, jadi saya tetep publish sampai saya merasa pasai. Okelah, mari mulai!

Afternoon Tea With:

Isama Yasu

ヤスイサマ

. . .

“I don’t have any destinations. I go, whenever I hear Onee-san voice.”


September, 09th 2017

Okinawa, Japan

“Kau masih berniat membalas dendam?” Yasu tak lantas menoleh, pria semampai dengan dua buket bunga dalam genggaman itu tetap menghadap ke lautan. Aku menaruh tas, kemudian melipat kedua kaki, menduduki rerumput bebatuan di puncak utara tebing Cape Hedo.

Sebenarnya, aku tidak akan tahu kalau pria ini akan kemari. Kupikir dia masih berkeliaran di Macau, seperti laporan dari kantor pusat. Tapi tiba-tiba saja Bosku kemarin malam mengirim surel, berkata kalau dia sudah memesan tiket pagi-pagi buta untuk ke Okinawa. Aku notabene sebagai pegawai lepas di kantor itu, tentu saja tidak bisa menolak, padahal malam itu aku baru mendapat waktu untuk berkeliaran keluar sampai tengah malam.

Isama Yasu, aku pernah mendengar nama pria muda ini di kantor pusat dan sekilas membaca latar belakangnya sebelum bergabung dengan kelompok mafia terbesar Jepang—Sado—Benar, mereka juga yang memiliki pulau Sado. Lebih tepatnya, markas tersembunyi mereka. Yang agak terpencil karena berada di belakang pulau. Sama seperti kediaman Shigeru yang berada di Gunung Hakadote.

“Hanya itu tujuanku.” Usai menaruh bunga dipelipir tebing, Yasu berbalik. Ia lekas mengulaskan senyum ramah, berbanding terbalik dengan rumor yang sering diperbincangkan staf kantor. “Sudah giliranku, ya. Kukira aku akan jadi orang terakhir yang diwawancarai.” Ia ikut melipat kedua kaki, duduk berseberangan denganku. “Mohon kerjasamanya.”

***

What do you look like:

Hmm, apa ya. Aku ini kalau di lihat dari luar cukup ramahkan. Onee-san selalu menitipkan pesan padaku, kalau aku harus menjadi anak yang ceria. Aku harus tersenyum kepada siapapun, dan pertemuan pertama ini waktu yang tepat untuk memberi kesan baik. Kurasa sikap ramah-tamahku ini berasal dari ucapannya. Aku selalu ingin menjadi Adik yang dapat dibanggakan oleh Onee-san, maka dari itu aku menuruti keinginannya. Aku tidak pernah lupa untuk tersenyum setiap hari.

What do you like to wear:

Pakaian yang seringkali kugunakan itu Kimono, apalagi kalau Oyabun Sado masih menempatkanku di bawah pimpinan administrasi atau ketika aku ditaruh di posisi penjagaan  dan karena itu pula aku jadi terbiasa dan menjadi nyaman sendiri ketika memakainya. Meskipun awalnya agak sedikit malu karena memakai pakaian tradisional di hari biasa.

What are your hobbies:

Aku gemar memancing. Pelarian diriku kalau saja tiba-tiba aku merasa sangat merindukan Onee-san. Dulu kami sering ke danau, ketika Onee-san pulang dari kerja dinasnya di pulau lain. Onee-san akan selalu menyisakan waktu untuk bermain denganku sebelum dia bekerja.

What kind of food and drink do you like the most:

Masakan Okaa-san selalu aku rindukan. Hah, kemarin aku tidak sengaja melihat Okaa-san dan Otou-san di lahan pertanian mereka, aku senang mereka baik-baik saja.

Do you drink alcohol:

Onee-san akan marah padaku kalau aku tidak merawat tubuhku dengan baik. Dia juga pernah bilang padaku untuk tidak menyentuh minuman itu sama sekali. Kurasa ucapan Onee-san tetap kuat sampai sekarang, aku tidak berpikiran untuk mencobanya.

What is your favourite colour and why:

Menurutku semua warna itu indah dengan caranya masing-masing. Aduh, aku jadi terdengar seperti Onee-san, ya.

Do you have any pet:

Tidak ada.

What music do you listen to:

Aku gemar mendengar musik tradisional. Waktu aku masih berada di bawah perintah saiko-komon, aku sering dikirim ke daerah prostitusi dan terkadang di akhir pekan akan ada acara di mana musik tradisional akan ditampilkan. Mungkin karena itu aku jadi suka musik tradisional.

What season do you enjoy the most:

Musim panas? Entah kenapa, rata-rata hal yang kusukai selalu berkaitan dengan kehadiran Onee-san.

Describe your family, please:

Aku memiliki orangtua dan satu Kakak perempuan. Otou-san bernama Isama Yakiho, sedangkan Okaa-san, Iwakashi Horika. Lalu, Onee-san, Isama Hitomi. Ayah dan Ibu memiliki lahan kecil di dekat rumah, itu merupakan satu-satunya penghasilan dari keluarga kami. Sebelum menjadi perawat, Onee-san pernah berkuliah di universitas terkenal di Tokyo dan ketika diterima bekerja, ia ditempatkan di pulau seberang. Kalau dari Okinawa harus menggunakan speed-boat untuk ke sana dan terkadang tidak bisa kembali karena cuaca tak menentu. Sebenarnya, Onee-san diberikan dua pilihan tempat. Ia bisa saja memilih untuk pergi ke Sapporo dengan fasilitas rumah sakit yang memadai, tetapi dia menolak. Onee-san bilang, banyak keluarga di sana yang membutuhkan dibandingkan dia yang membutuhkan fasilitas.

What was your first best friend like:

Cerewet. Namanya Tsukoda Hane, dia salah satu temanku waktu masih menepuh gelar master di Todai. Sebenarnya, dia satu-satunya orang yang peduli dengan impianku. Dia menahanku sewaktu aku hendak berhenti dari universitas itu. Ah, mendengar namanya lagi, kurasa dia sudah lulus dan bekerja di bawah pemerintah seperti impiannya dulu.

How do you like to socialize:

Mengobrol bersama? Jujur saja, bertingkah seperti ini bagian dari topengku. Aku yang asli, tidak akan bisa duduk dan tersenyum dengan orang asing.

What was the most memorable moment in your school-years:

Di saat aku berada di tahun akhir sekolah dasar, aku mendengar berita Onee-san tidak berada di dunia lagi.

What traits do you like the most in others:

Dia harus seperti Onee-san.

What did you want to be when you grew up; and what did you end up becoming:

Waktu itu aku hanya ingin memiliki banyak uang dan membahagiakan keluargaku. Tidak, bukan berarti dulu kami hidup dengan penuh kekurangan. Hanya terkadang, aku merasa konstribusiku terlalu kecil dan aku tidak memiliki impian sebesar Onee-san karena satu-satunya impian yang dapat kupikirkan hanya hidup bersama Onee-san selama aku bisa. Tapi, (tertawa miris) Tuhan malah memanggil dia duluan. Sekarang, aku menjadi orang pendendam. Miris sekali, bukan.

What were you most proud of:

Onee-san. Aku akan selalu bangga karena pernah mempunyai Hitomi-neesan.

What makes you laugh:

Aku tidak tahu bagaimana saat yang tepat untuk tertawa. Terkadang aku hanya menyesuaikan kondisi agar orang yang diajak berbicara tidak merasa tersinggung.

What makes you embarrassed:

Perubahan sikapku. Aku merasa malu, mengapa aku sampai mau diperintah untuk melakukan tindakan tidak manusiawi.

What do you feel most passionately about:

Mencari orang yang membunuh Onee-san. Aku tahu, kejadian 13 tahun yang lalu di rumah sakit bukan karena kesalahan sistem atau takdir dari Tuhan, melainkan seseorang sengaja membakar bangunan itu.

What did you find terribly scary:

Kekecewaan. Hanya dengan itu, semua dapat berubah dengan drastis.  Menurutku.

What annoys you:

(tertawa pelan) Pertanyaan ini mengingatkanku akan seseorang. Aku pernah marah dengan Oneesan karena dia membawa teman laki-lakinya ke rumah. Kami tidak akrab, pada awalnya dan aku belum tahu kalau Oneesan memiliki hubungan khusus dengan Gin-san. Jadi setiap kali dia datang ke rumah, aku selalu memasang wajah keruh. Tapi walau bagaimana pun juga, Gin-san salah satu orang yang paling aku hormati.

What makes you happy:

Hmm, sulit. Mungkin saat aku sudah membalaskan dendam?

What makes you upset:

Kalau saat hujan? Aku benci terkena air hujan.

What are your bad habits:

Susah mengontrol diri. Terkadang aku kelepasan kalau sudah merasa diremehkan oleh orang.

What do you do when you’re angry:

Memancing? Konsentrasimu bisa pulih kembali setelah melakukan aktivitas itu.

If you were an animal, what animal is it:

Musang?

What are your favorite holiday destination:

Di sini. Sembari memikirkan Onee-san.

What are your favorite activities during your spare time:

Kembali kemari dan menceritakan seluruh perjalananku kepada Onee-san.

What time do you usually go to sleep:

Tidak tentu.

What is the first thing that you do when you wake up:

‘Ohayou, Onee-san.’

If you were to come into money what would you do with it:

Mencari tahu dalang dibalik kebakaran rumah sakit tempat Onee-san di rawat.

Who was the love of your life:

Hitomi-neesan.

If you have a chance to change your life, will you take it or not? Why or why not:

Ya. Karena aku ingin Onee-san bahagia.

Do you have any message and impression that you want to say to your creator:

Hmm, aku harus cepat-cepat mencari pembunuh Onee-san. Kurasa dia mesti tahu mengapa aku belum menemukan penjahatnya sampai sekarang.

Last but not least, what were you doing before you do this interview:

Aku? Hanya memberikan penghormatan kepada Onee-san.

* * *

“Ne, dari tadi aku kepikiran,” Yasu menoleh. Dua irisku sudah berpindah ke tangan pemuda itu, yang masih memegang erat dua buket bunga. “Kau bilang kau hanya mengunjungi Onee-sanmu,” aku kembali menatapnya, memicing penuh curiga. “Jangan-jangan pikiran kotor yang ada dibenakku memang benar,”

Dahi Yasu berkerut. “Eh?” Ia menatapku dan buket bunga itu bergantian, kemudian tertawa pelan. “Iie, iie. Itu tidak benar, aku tidak berencana menemui orang lain selain mereka berdua.”

“Berdua?” Ulangku dengan alis berjingkat penasaran.

Pria itu mengangguk semangat. “Gin Onii-chan. Kekasih Hitomi-nee-san. Bukankah aku menceritakan di interview? Kalau waktu itu aku tidak berlari ke rumahnya dan meminta tolong aku tidak akan pernah tahu.” Aku masih diam, namun mendengarkan dengan saksama. “Nii-san juga menjadi korban di rumah sakit itu. Kudengar karena dia ingin menyelamatkan Nee-san.” Kelopak mata Yasu berubah sendu, “Setidaknya, Nee-san tidak kesepian di sana. Gin Onii-san bisa mengantikanku sebentar untuk menjaga Nee-san.

Afternoon Tea With: End

  1. Daaan, selesai juga interview baru si Yasu ini. Padahal awalnya mau nyelesain punya Miwa dulu. Tapi, kebanyakan ide dari dia, Yasudahlah ya.
  2. Perkenalkan ini Isama Yasu. Salah satu karakter kesayanganku juga, sebenernya semua anak-anakku itu kesayangan semua.
  3. Yasu ini semacam terobsesi gitu, ya sama Oneesannya. Sama kayak Sena/Kaito, tapi sebenernya dia itu sayang pake banget sama Hitomi. Apalagi sampai harus kehilangan Kakak perempuan satu-satunya itu waktu masih sekolah dasar.
  4. Asal-usul*: Jadi, dari dulu emang kepikiran, selama Sena waktu itu gagal buat bunuh anaknya Dante sama Mayuu atau disebut anak selamat, harus ada orang lain yang ngincar dia. Soalnya Sena, kan pasti dihukum sama Oyabun dan kebetulan Yasu baru beberapa bulan kerja dibawah bagian saiko-komon dan langsung diangkat ke tim inti terus dikasih tugas berat pertama kali. Terus plotnya berkembang dengan adanya ide dari Kak Yoo juga. Jadi Gin itu Kakak dari OC punya Kak Yoo dan karena plotnya cocok, jadi digabungin bareng-bareng.

 

Advertisements

2 thoughts on “[90º Degrees] Ask Your Original Character: Afternoon Tea With Isama Yasu

  1. Segede itu sayangnya yasu ke oneechan nya ;___; andai kakaknya belum mati, yasu ga perlu hidup nanggung beban huhuhu hidup memang kejam

    Iya, kamu tenang aja yasu, neechan kamu di surga ada yg jagain, gin pasti jagain hitomi sampe kamu kalian bisa ketemu lagi di surga ;___; eh tapi jgn cepet cepet ya nyusulnya, kamu hidup yg baik dulu ((walaupun pasti hidupmu bakal berat))

    Liked by 1 person

    1. Apalagi dia belum tahu bener siapa pembunuh kakaknya ya kak, aduh tambah berat nanti hidupnya xD. Makasih kak udah mampir dan komen!! ❤

      Like

Something isn't right, is it? Tell me!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s