Chi Seol’s Thoughts: I’m Allergic

Kang Chi Seol

.

I AM  A L L E R G I C

.

.


Kang Chi Seol’s thoughts:

Ya.

Awalnya, kukira aku hanya alergi menonton musikmu. Kau tahu, kan, aku ini sedikit sensitif. Waktu pertama kali bertemu kalian; ingat ketika aku memaksa untuk datang walaupun Hwan bersihkeras menjelaskan aku tidak boleh datang. Hari bersejarah, karena saat itu aku baru diputuskan—atau ditinggal lari orang sosok pria yang sudah menghamili banyak perempuan di kota ini. Tahunya, itu hari pertama kali kalian makan malam bersama; sebagai grup utuh karena pihak agensi mengumumkan akan mendebutkan kelompok band. Atmosfer malam itu benar-benar terasa kering, meskipun aku datang dengan aliran sungai panjang di paras.

Mau tak mau, Hwan mengenalkanku pada kalian.

Satu, Oh Seung Seok.

Dua, Seo Dong Sung.

Tiga—

Tetapi di antara kalian, satu laki-laki terlihat sangat tidak tertarik. Aku pun tidak terlalu menanggapi karena aku benar-benar tidak peduli.

Kim Chul Min.

Kau, memperkenalkan diri dengan nama itu. Yang kupikir akan kulupakan setelah aku memesan beberapa botol soju dan dipengaruhi oleh minuman beralkohol itu. Namun, meskipun pikiranku tersamarkan, entah mengapa aku tidak bisa mengalihkan tatapan dari wajahmu. Kau yang benar-benar menghindari interaksi denganku malam itu, kau yang—mungkin—tidak pernah menginginkan kehadiranku di hari pertama kalian berpesta bersama. Lalu, semua menjadi gelap karena sisa-sisa kesadaranku telah direngut oleh keinginan untuk terlelap.

Sial, Hwan pasti akan memprotes tingkah burukku ini.

Aku terbangun. Namun, langkah kakiku lebih cepat meraih kesadaran karena mereka lekas membawa tubuhku ke kamar mandi. Terduduk di depan kloset, ingin memuntahkan isi kemarin malam, tetapi tidak ada satu pun yang keluar. Sementara perutku semakin berkontraksi dengan keringat dingin merembes dari setiap sudut pori-pori tubuh. Di saat aku hendak kehilangan kesadaran kembali, tiba-tiba saja seseorang menepuk punggungku pelan. Yang terpikirkan dalam benakku, Hwan pastilah memberitahu Chi Seon. Berkat bantuan tepukan itu, setidaknya aku berhasil mengeluarkan separuh, dan ketika hendak berbalik mengucapkan terimakasih, kau bukanlah Chi Seon. Keterkejutanku membawa malapetaka untukmu karena aku lantas mengeluarkan sisa tadi ke arahmu beriring dengan ceguk tiada henti.

Anehnya, di kondisi seperti ini, kau malah mengulaskan senyum lebar. Meski pandangan mataku masih mengabur tidak keruaan, aku bisa melihat kalau matamu ikut terbenam ketika kau tertawa. Kim Chul Min. Bahkan namamu, betah bertahan diingatan kempisku ini.

Lalu setelah kejadian itu, hubungan kita semakin dekat, bukan. Bahkan aku merasa lebih nyaman ketika berbicara padamu daripada dengan Hwan, notabene sepupu terdekatku. Oh, kau tahu. Aku sempat bertanya pada Hwan karena kau tidak mau menceritakan padaku. Hari itu, malam itu, hari bersejarah sepanjang masa, tentang kau yang seolah tak ingin menginginkan kehadiranku—Yang kupikir kau membenciku karena aku semena-mena hadir dalam makam malam kalian—Aku nyaris jantungan kalau itu benar alasanmu.

Hei, bodoh.

Kim Chul Min bodoh.

Kalau saat itu, kau tidak ditinggal oleh Hwan dan Dong Sung ke apotek, lalu Seung Seok Oppa ke mini market mencari bacchus dan menepuk punggungku, aku bisa menyumpahi dengan kata-kata tidak keruan sampai sekarang.

Tetapi, aku suka.

Sisimu itu, sisi malumu ketika berada di lingkungan baru, sisi kesopananmu atau rasa canggung karena tidak ingin menimbulkan pandangan buruk. Hanya, aku masih tidak mengerti bagaimana bisa kau menunjukkan sikap seperti itu di saat gadis sedang patah hati dan datang dengan tangis mengebu-gebu?{}

.

I’m Allergic…

…Because?

 . .

Kang Chi Seol’s Thoughts:End

Attichetic notes:

[.] Ini cuma korner baru sekadar ngilangin Writers-block. Jadi semacam cerita dari sudut pandang masing-masing. Harusnya ada setelah cerita utama, cuma kayaknya lebih enak dibikin selang-seling gitu. Atau tergantung suasana hatilah, ya. Kalau masih Writers-block dan gak bisa nulis cerita secara utuh atau enggak ada momen penting-penting amat.

[..] Kang Chi Seol ini anak baru saya lagi, lho /ditendang/ berhubung Honeyst udah debut sekarang /yeaay/ akhirnya bisa ngefangirlingin mereka sesuka hati.

[…] Dari sudut pandang Chi Seol kayaknya secara garis besar kalian sudah tahu, bakal gimana cerita dia sama si Abang Chul. HAHAHAHA.

[….] Terakhir, yang gak pernah bosen saya ucapin ke kalian para Ghostreaders, Terimakasih!!

    

Advertisements

2 thoughts on “Chi Seol’s Thoughts: I’m Allergic

  1. Asik akhirnya zen ngelahirin anak baru😎 welcome chi seol!!! Btw namanya gemesin banget kang chi seol, sumpah gemezzz pake z

    Lagi patah hati trus dikasi ketemu sama abang manis lainnya, mana endingnya dikasi senyum lebar aciiiaaaa pasti langsung lumer hati /joged

    Ini ga kerasa wb nya kamu jen, enak aja ngalir gitu bacanya. Semoga chi seol & chul min bisa cepet lanjut😉

    Liked by 1 person

    1. Wkwk dari kemarin aku lahiran mulu kak /?/ Anak kakak main-main ya sama Chi Seol, biar dia ada temen sejenis dan gak kepanasan mulu gegara dikelilingin sama cogan /eyaak/

      Beruntung lagi mabok kak, coba kalau enggak. Udah lumer ke got wkwkwk

      T_T aku lagi gak bisa bikin cerita utuh kak, tapi makasih kakak udah mampir dan komen. Aamiin, doain mereka cepet jadian kak HAHAHA ❤ makasih kak yoo!!!!

      Like

Something isn't right, is it? Tell me!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s