Time to Move On

ATLANTIC THE FOLKLORE:

Jack Percy x Shin Miwa

. . .

T I M E

T O

MOVE ON

. . .

I told you, didn’t I? Dreams can kill you.

私はあなたが長い時間前に喫煙をやめると思いました.1

Mi Wa menuangkan kopi dari cangkir pemuda itu semena-mena. Kebiasaan, pikir Jack. Jadi ia tidak terlalu ingin protes malah menguraikan senyum. “Aku tidak datang untuk melihatmu melamun seperti orang sinting, Kōhai.” Imbuh gadis itu lagi, baru saja menelan cairan pekat kental itu masuk ke kerongkongan.

Jack menggaruk tengkuk. Kemudian menekan puntung rokok sampai percikan api itu padam. “Omongan Senpai waktu itu, masih berlaku?” Ujarnya, ragu-ragu. Alis Mi Wa berjungkit, “waktu SenpaiAh,” ia terdiam sejenak. “Aku tidak tahu sengaja atau tidak, tapi aku sedang bersama—ehem, perempuan di motel dekat sini. Melakukan sesuatu. Band, membuat band kembali. Itu…masih berlaku?”

“Kau sudah keluar,” Mi Wa mengangsur tangan ke atas meja, menumpuh dagu dengan bola mata bergulir menatap separuh isi cangkir. Di luar hujan, rintiknya terkesan berisik karena memaksa diri untuk menembus kaca kedai. Gadis itu menghela napas, “dia sangat berharga bagimu, kan. Aku hanya memancing,” ia menusuk iris cokelat pekat pemuda itu lurus. “Hari itu kau terlihat kacau, aku tidak benar-benar serius. Mimpi dan musik, aku sudah meninggalkan lelucon itu di belakang ketika berhenti dari agensi di Hongdae.”

Pria itu mendelik. “Senpai pasti bercanda.”

“Aku?” Tunjuk Mi Wa pada dirinya sendiri, kemudian tertawa. “Tidak sama sekali. Lihat apa yang kulakukan sekarang, pengangguran. Dunia hiburan itu menjijikan, Kōhai.” Sekali lagi napasnya terembus, namun Jack lekas memotong dengan gumpalan amarah dalam batok kepala, “aku tidak mengajak Senpai untuk mencari ketenaran.” Mereka bersitatap lama. Mi Wa lebih dahulu menyerah, ia membuang muka. “Aku sudah bilang padamu, bukan. Aku tahu kau dari siapapun di dunia ini. Niat dan tujuan utamamu bukan itu, melainkan dia. Kau bermaksud untuk tenar, mencari perhatian khalayak dan setelah tahu posisi keberadaan dia, kau akan kembali merengek seperti ini.”

Senpai tidak tahu aku.” Desisnya.

Menolak mentah-mentah pernyataan Mi Wa yang jelas tidak dapat disangkal. Nyaris separuhnya benar, meskipun gadis itu melupakan posisinya. Jack tidak sepenuhnya memikirkan dua anggota Killerpile, ia masih menyisikan ruang kosong untuk Mi Wa. Andai gadis itu tak lekas melompat ke konklusi terburuk, Jack akan berbaik hati menjelaskan. Namun, kekesalan pemuda itu sudah melonjak naik. Tanpa berkata ia beranjak dan ketika hendak berlalu, Mi Wa meluncurkan nama itu;

“Misuto-kun.”

Terkesan berkarat di telinganya.

Pemuda itu mengerlingkan mata, ke mana-mana asal tidak berhenti pada suatu tempat hingga ia dibawa nostalgia akan kepahitan masa lampau.

“…Tidak jadi.” Mi Wa ikut beranjak, memukul pelan pangkal perut Jack sebelum membaur bersama hujan. Di luar sana.

Ia menghela napas.

* * *

“Kau ingin aku ikut denganmu,” tawar Kwang Jin, berhenti di ruang tengah sembari memperhatikan Seung Hyub yang tengah bersiap dekat rak sepatu. “Firasatku tidak enak.” Tambah pria itu lagi, kemudian disambut tawa ringan dari temannya. “Aku tahu kau hanya pergi minum dengan Sunbae lama tapi bukan itu masalahnya. Bukan di Hongdae, kan?” Seung Hyub menoleh, mengulaskan senyum. “Tenang saja. Rin—“ lekas mulutnya terkatup. Ia masih merasa tak pantas untuk menyebutkan nama itu. “Mereka teman baik, Kwang Jin-a. Lagipula dia membenci distrik itu dan aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan Shin Sunbae setelah dikeluarkan tempo hari.”

Alis Kwang Jin berjingkat sebelah. “Dia benar-benar dikeluarkan. Jadi, berita itu benar?”

Seung Hyub mengangguk sembari bangkit. “Ya, begitulah.”

Time to Move on: End

{1} I thought you had quit smoking a long time ago

Notes:

  1. Yap, masih inget sama interview Jack waktu itu, kan. Kalau enggak, ya dibaca lagi. Jack dibuat move-on tiba-tiba ngedatengin Miwa lagi meskipun udah ditolak. Oh, ya ini masih nyambung sama ‘I don’t love you’ itu. Dikira setelah bilang Killerpile udah gak ada Miwa bakal setuju, Jack malah ditolak lagi. Duh, ini pasti pelampiasan di motel-motel kecil /menggelinding/
  2. Jreeng, akhirnya bisa nyeritain juga kenapa Miwa bisa luntang-lantung dijalanan begini. Kerjaan dia ya mampir di bar Apugejeong atau enggak tidur dijalanan. Singkatnya, berhubung profil Miwa belum selesai, dia itu pernah jadi trainee bareng Joanna sama Lidjen. Tapi dia lebih senior. Tapi karena ‘suatu’ hal, dia dikeluarin dari FNC secara sepihak. Dulu sempet mau didebutin di band.
  3. MISUTO MISUTO MISUTO HAHAHA SPOILER PARAH NAMA ASLI JACK. Romantis gak, sih, cuma Miwa aja yang tahu nama itu setelah Ibunya Jack sendiri /Cieee/
  4. Thanks!!
Advertisements

Something isn't right, is it? Tell me!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s