[90º Degrees] Ask Your Original Character: Afternoon Tea with Kisho Shigeru

Games ini dibuat oleh salah satu penulis ©snqlxoals818. Tapi saya telat ikut karena postingannya sudah dihapus. Berhubung sudah terlanjur nulis sesi interview dengan anak-anak saya (re, karakter original) dan kebetulan di blog penulis dikasih izin buat terus lanjut, jadi saya tetep publish sampai saya merasa pasai. Okelah, mari mulai!

Afternoon Tea With:

Kisho Shigeru

. . .

“I’m an assassin. I feel pleasure when I kill people with my own hands or when they’re begging to be forgiven.”


November, 9th 2016

Hokkaido, Japan

“Kau bilang apa, tour ke tempat keluarga pembunuh bayaran?”

Aku mengangguk dua kali, kemudian menatap coretan dokumen yang dikirimkan lewat surel oleh redaktur ketika aku hendak berangkat ke Jepang dari Boston. Tidak mungkin salah, batinku. Aku ingat benar bagaimana atasan mengatakan kalau informasi ini dia dapat dari orang penting dan dibayar mahal karena mengandung informasi berat.

Pria tua itu menggarukkan kepala. “Anak muda, di sini tidak ada tour mengunjungi rumah pembunuh bayaran dan kalaupun ada, kami tidak mau melayangkan nyawa demi uang yang tidak seberapa.” Ia lantas mengembuskan napas. “Ganti saja acara jalan-jalanmu. Masih banyak tempat wisata lain di Hakodate lebih menarik dibandingkan berkunjung ke kuburanmu sendiri.” Seketika aku merasakan tatapan matanya berubah dan benakku mulai berkata untuk segera meninggalkan tempat ini.

“Tapi aku memang pernah dengar keluarga yang kau maksud, itu sudah lama sekali dan sudah menjadi bukti kalau itu hanya mitos saja.” Ruas jemari pria itu menelusuri ujung dagu sembari mengumam lama. “Boleh aku lihat—”

Aku mundur teratur, “tidak, maksudku. Baiklah kalau begitu mungki—” belum sempat perkataanku selesai, tiba-tiba saja kepala si pria tua terlepas dari badannya. Mengelinding entah ke mana karena aku lekas membuang muka.  Angin sepoi sore itu dengan renik hujan berjatuhan di seluruh area Hokkaido menambah hawa seram dari kejadian barusan.

“Orang seperti ini memang pantas diberi pelajaran.

Tidak sedikitpun aku menggerakkan tubuh, bernapas saja di rasa sungkan ketika sosok pria berpakaian santai—kemeja terbuka dengan kaos putih sempit dan celana jogger—beringsut mendekat ke arah korban. Tanpa rasa nyeri, ia menendang tubuh pria tua tanpa kepala itu sembari menggerakan jemari. Seperti tengah menggulung sesuatu namun kasat mata. Sementara  aku masih terpaku di tempat tanpa bisa bereaksi banyak.

“Oh, Konbawa!” imbuh pemuda itu, kemudian mengangkat pantat ke atas meja. Aku memejam mata, perlahan dengan menarik napas kutolehkan kepala untuk berhadapan dengan wajahnya. Pria itu mengulumkan senyum, “efeknya berkepanjangan tapi setidaknya kau masih bisa melihat matahari besok.” Ujarnya, tanpa merasa bersalah karena tengah mempertunjukkan adegan tidak manusia di depan mataku. “Lagipula, siapa sih yang memberitahumu untuk bertanya dengan bandit ini. Kode itu harus kau pakai memasuki pintu belakang observasi.” Dagunya bergidik ke arah gunung pekat dengan transportasi ropeway dua arah.

Awan gelap di sekitar gunung itu pun membuatku semakin merasa takut.

“Untuk sampai ke sana kau harus naik ropeway, aku tidak bisa membawamu ke pintu utama karena peliharaan Kisho akan langsung memakanmu hidup-hidup. Walaupun dia mengenaliku. Sementara ini, hanya informasi itu bisa kuberitahu.” Ia menolak tubuh, turun dari atas meja. “Aku akan mengurus bangkai bandit ini, semoga selamat sampai tujuan.”

Aku menelan seluruh saliva dalam-dalam. Berbalik, menjauhi lokasi diiringin layangan tangan pria itu. Berat hati aku kembali memutar tubuh, ada suatu hal membuatku penasaran.

“He—hei,”

Kali ini aku sadar satu hal. Kemudian meneleng pelan, “tidak, tidak jadi. Terimakasih.”

Perbedaan warna di iris matanya mengingatkan aku akan seseorang.

* * *

blueeye

Q: What do you look like?

K: Seorang pembunuh bayaran handal? Sebenarnya aku sendiri masih mempertanyakan apakah aku masih bisa dikatakan seorang pembunuh karena kondisiku saat ini. Sejak kejadian kecelakaan beruntun sekian tahun lalu, sebagian tubuhku tidak terlalu berfungsi dengan baik. Terkadang aku merasa mati rasa atau tuli mendadak. Ditambah buta warna permanen di kedua mataku, aku hanya bisa melihat warna grayscale. Sampai sekarang aku tidak dibolehkan keluar dari kota ini dan kalau Aniki sedang baik, dia memperbolehkan aku untuk keluar bersama Oniichan.

Q: What do you like to wear?

K: Snapback atau strapback. Kalau ditanya alasan, itu karena aku harus menutupi rambut kelabuku ini.

Q: What are your hobbies?

K:  Membangkang ucapan Aniki dan Kakek. Hobi lain, membunuh kelinci Kenai.

Q: What kind of food and drink do you like the most?

K: Makanan, aku suka Takoyaki Osaka dibanding seafood sini. Kalau minuman, ocha karena menyehatkan.

3016365076_b50c2d0ba9

Heike Shigeru

Q: Do you drink alcohol?

K: Sake, iya. Tapi itu kalau Heike-niichan mengajak, kalau tidak aku lebih memilih ocha.

Q: What is your favorite color and why?

K: Abu-abu. Karena aku hanya bisa melihat warna itu saja sekarang.

Q: Do you have any pet?

K: Seekor cheetah. Kuberi nama Ankourou karena kami sama-sama tidak bisa melihat dunia dengan berbagai macam warna.

Q: What music do you listen to?

K: Aku tidak pernah mendengar musik. Tapi Kenai sering memutarkan musik dari Beethoven ketika dia sedang meracik sesuatu.

Q: What season do you enjoy the most?

K: Musim panas, saat semi mulai mengeluarkan suara nyaringnya dan aku bisa dengan bebas mengelilingi hutan bersama Ankou.

Q: Describe your family, please.

K: Mibuu adalah Kakek, sudah dikenal sebagai pembunuh ternama sejak dahulu meskipun bukan penerus resmi. Lalu, Kouzu, Ayah yang tidak terlalu banyak berbicara. Dia sering menghukumku melalui Aniki. Meskipun begitu, kudengar dari Bibi Mayu dia paling populer di panti asuhan dulu karena sikap tenang dan pendiamnya.

Aku memiliki empat saudara dan satu saudara kembar; Aniki atau Junichiro tidak sering berkeliaran di rumah karena dia sibuk mengurus perusahaan kasino dan cotton but di Tokyo. Dia mendapat sikap pendiam Ayah, bedanya Aniki sangat sadis. Heike, Oniichan paling aku sukai karena paling pintar berbohong agar aku bisa pergi keluar secara diam-diam. Di antara kami, Oniichan memiliki tinggi tidak normal. Di bagian ketiga ada aku dan satu orang yang telah melarikan diri entah kemana. Kemudian, Kenai, Adik mata duitan yang bersekolah di jurusan Akuntan. Terakhir, Yui. Berkat eksperimen Kenai, dia tidak akan pernah bisa tumbuh dewasa.

Ibu? Hanya Aniki yang tahu.

Q: What was your first best friend like?

K: Aku tidak boleh dibiarkan berteman dengan siapapun.

Q: How do you like to socialize?

K: Aniki bilang itu (sosialisasi) tidak perlu karena pada akhirnya aku akan tetap menjalani hidup ini sendiri sebagai penerus keluarga Shigeru.

Q: What was the most memorable moment in your school-years?

K: Penerus Shigeru diharuskan menerima latihan mematikan agar bisa melanjutkan apa yang telah dibangun oleh pendahulu.

Q: What traits do you like the most in others?

K: Pandai berbohong? Karena kelihaian itu beberapa kali aku bisa lolos dari kota ini.

Q: What did you want to be when you grew up; and what did you end up becoming?

K: Manusia normal. Penerus keluarga Shigeru; pembunuh bayaran.

Q: What were you most proud of?

K: Keahlianku dalam membunuh orang.

Q: What makes you laugh?

K: Tidak ada.

Q: What makes you embarrassed?

K: Tentu saja tidak ada.

Q: What do you feel most passionately about?

K: Ketika tanganku meremukkan tulang manusia, apalagi mendengar bunyi tulang mereka patah dan darah bergelimang di mana-mana. Aku tidak terlalu gemar menyiksa korban karena aku ingin cepat-cepat menghancurkan organ mereka.

2m4x2yo

Junichiro Shigeru

Q: What did you find terribly scary?

K: Aniki. Kau tidak akan bisa membayangkan seberapa menakutkannya Aniki ketika sedang marah. Tempo hari Takeshi, kepala pelayan hampir mati karena ditembak belasan kali oleh senapan Aniki.

Q: What annoys you?

K: Aniki. Dia seringkali memerintah dan menghukum dengan keras. Semua orang pernah nyaris mati karena ulahnya.

Q: What makes you happy?

K: Saat membunuh orang dan mendengar mereka berteriak mohon ampun.

Q: What makes you upset?

K: Dikunci belasan tahun di rumah ini. Dari dulu aku ingin sekali melangkah keluar dari Hakodate seperti masa lampau, bahkan mendapat misi sampai ke negara lain.

Q: What are your bad habits?

K: Aku sering membunuh kelinci Kenai dan menjual bangkainya di pasar.

Q: What do you do when you’re angry?

K: Kehilangan kendali. Di masa lampau, ketika pertama kali sadar dari koma setelah kecelakaan, aku membunuh nyaris seluruh pelayan yang ada dan tentara yang ikut berkediaman di gunung ini.

Q: If you were an animal, what animal is it?

K: Serigala? Tapi kurasa aku lebih memilih menjadi Ankou.

Q: What are your favorite holiday destination?

K: Tidak ada.

Q: What are your favorite activities during your spare time?

K: Mengelilingi hutan.

Q: What time do you usually go to sleep?

K: Pukul 2-4 pagi.

Q: What is the first thing that you do when you wake up?

K: Memberi makan Ankourou.

Q: If you were to come into money what would you do with it?

K: Aku tidak butuh uang. Lihat Kenai, mengantongi uang banyak dia jadi seperti orang gila seperti itu.

Q: Who was the love of your life?

K: Cinta, ya. Aku pernah bertanya dengan Kiri, tapi dia tidak pernah memberiku jawaban. Aku tidak tahu.

Q: If you have a chance to change your life, will you take it or not? Why or why not?

K: Ya. Aku ingin menjadi manusia normal, memiliki teman dan bisa bermain sepak bola di lapangan kota.

Q: Do you have any message and impression that you want to say to your creator?

K: Bunuh Aniki dan biarkan aku keluar dari rumah ini.

Q: Last but not least, what were you doing before you do this interview?

K: Jalan-jalan dengan Heike-niichan. Tidak tahu kenapa, tapi aku rasa Oniichan sedang menyembunyikan sesuatu dan aku mencium ada orang lain berkeliaran di kota ini. Sewaktu di tengah kota tadi kau tidak bertemu dengan orang asing, kan? (Mengendus) Aneh sekali, aku tahu bau ini.

* * *

Bunuh Aniki dan biarkan aku keluar dari rumah ini,” aku mengulang jawaban dari sesi pertanyaan tadi, kemudian menengadah. Kisho, pria muda bermanik biru langit itu balas menatapku sembari bergidik bahu. “Apa? Aku hanya mengatakan keinginanku saja.”

Ia menghela napas. “Peraturan tetap peraturan, bukan. Tentu saja aku tahu apa maksud tatapanmu itu.” Balasnya, menjungkitkan ujung bibir separuh. “Tapi, aku akan membunuhnya suatu saat nanti.”

img_0

Afternoon Tea With: End

  1. Just in case if you don’t know, this Original Character is inspired by Killua Zoldyck (HxH anime/manga). That’s why some of parts have Zoldyck family vibes. Because I really love Killua!! I miss him alot and want to see him again 😦
  2. Sebenernya kalau ngewawancarain seluruh keluarga Shigeru bakal seru kali, ya. Tapi kebanyakkan ;_; OC lain juga sudah menunggu, duh.
  3. Kalau pembaca lamaku pasti tahu siapa yang orang yang ada di Intro dan Outro pas Kisho selesai ngomong 😉
  4. Terimakasih!!
Advertisements

Something isn't right, is it? Tell me!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s