[90º Degrees] Ask Your Original Character: Afternoon Tea with Killerpile

Games ini dibuat oleh salah satu penulis ©snqlxoals818. Tapi saya telat ikut karena postingannya sudah dihapus. Berhubung sudah terlanjur nulis sesi interview dengan anak-anak saya (re, karakter original) dan kebetulan di blog penulis dikasih izin buat terus lanjut, jadi saya tetep publish sampai saya merasa pasai. Okelah, mari mulai!

Afternoon Tea With:

Killerpile Band

. . .

“Our best time? It was when we were in high school. There were no times to worry about, all you have to do was making a lot of troubles with your friends as long as you can.”


tumblr_n13r81klej1rbee5bo3_400

Jack Percy ak.a Choi Jaenghun

Seoul, South Korea

November, 10th 2016

Q: What do you look like?

Kei: Kami! Kami!! Kami paling tahu anggota Killerpile luar dalam. Kami bahkan tahu kalau Jaechan suka menyembunyikan perempuan di dalam lemari.

Jack: (Menutup muka) Si pendek satu ini…Hora, Chami!

Daemi: (Terbahak sampai jatuh ke lantai)

Watari: (Terbangun dari tidur) Y-ya? Oh, aku. Ketampananku memang kurang terlihat di dalam sini, butuh matahari sebagai penerang. Tapi nanti semua orang bisa pingsan mendadak.

Aku mengerutkan dahi, tersenyum kaku. Sementara itu, si pria pendek—sebagaimana temannya berkata—sudah membuka mulut kembali.

Kei: —Jaechan itu sangat menikmati tubuh perempuan di atar ranjang. Kami sering bertandang ke kompartemennya tiap subuh sebelum berangkat ke Sungji dan setiap hari, kami melihat pakaian dalam wanita akan berserakan di mana-mana. Benarkan, Jaechan? Kami ini mengenal Jaechan luar dalam.

Lalu, siapa lagi, oh! Chami-chan, pacar kami! (tersenyum malu) Hanya kami yang boleh memiliki Chami-chan. Kami seringkali khawatir karena Chami-chan hobi berkelahi dan kami tidak bisa berbuat apa-apa. Di Sungji ada arena perkelahian turun-menurun bernama ‘ronde 17’ dan Chami-chan acapkali berpartisipasi untuk membeli peralatan band. Nama Chami-chan selalu berada di urutan nomor satu. Selain itu, Chami-chan senang merokok tapi tidak pernah minum-minum. Terakhir, kami sayang sekali dengan Chami-chan.

Min Woo-kun, kami tidak suka Min Woo-kun karena Min Woo-kun juga menyukai Chami-chan. Tapi, lama-lama kami rindu dengan Min Woo-kun. Min Woo-kun pernah bergabung dengan Killerpile sebagai basis, tapi mendadak berhenti karena ingin fokus dengan boybandnya. Hanya, kami dengar dari berita, boybandnya memutuskan untuk bubar karena tidak terlalu sukses. Jaechan sempat menghubungi untuk mengajaknya kembali bergabung dengan Killerpile, tapi Min Woo-kun bilang dia ingin mencari jalan lain.

Selanjutnya, Watari-kun! Kami juga sangat rindu dengan Watari-kun. Sebelum—

Jack: Biar aku saja yang jelaskan, oke pendek. Kau bercerita bisa kemana-mana. Dengar dan duduklah dengan manis. Tidak ada acara membeberkan tentangku lagi, mengerti.

(Kei mengangguk cepat)

Kei: Kami tahu, masa kelam Jaechan paling parah saat di Kobe karena tidur dengan tiga perem–humph. Naniyo, Jaechan. Jaechan biasanya paling malas kalau mendapat pertanyaan terlalu banyak, biar kami saja yang berbicara.

Jack: (Menggaruk tengkuk, diam-diam setuju) Yah, kupikir karena ini tentang Killerpile? Tidak ada salahnya berbicara banyak soal band ini.

Daemi: Biar aku saja yang menjelaskan (menoleh ke arah Kei dan Jack dengan tersenyum lebar). Watari, ya. Kalau tidak ada Jaenghun di band ini, kurasa Watari bisa mengambil posisi nomor satu anggota paling terkenal (tertawa).

Q: What do you like to wear?

Daemi: Apapun kecuali rok.

Jack: Kaos oblong dan trouser.

Kei: Kami, apa ya. Kami senang memakai apa saja. Tapi kami sering memakai jepit tulang agar poni kami tidak menutupi mata.

Watari: (tidur)

“Dia baik-baik saja, kan.” Tanyaku ragu, memberi jenak pada sesi perbincangan ini.

Semua serempak mengangguk.

Daemi: Dia tidak akan mati. Teruskan saja.

Q: What are your hobbies?

Jack: Meniduri perempuan. Apa, aku hanya berkata jujur. Aku juga sering menulis lagu, tapi tidak sesering bermain dengan para jalang-jalang itu dan aku hanya memakai mereka satu kali saja.

Daemi: Merokok. Tapi Jaenghun sering menyembunyikan kotak persediaanku. Jaenghun, aku tidak pernah menyembunyikan wanitamu ini tidak adil. Yang lain, berkumpul bersama Killerpile. Mungkin tidak termasuk hobi lagi, sudah menjadi bagian dari hidupku.

Kei: Bertengkar dengan Hiro-niichan. Kami benci Oniichan, dia sering menindas kami di rumah dan hanya sayang pada Koi. Selain itu, kami hobi berdekatan dengan anggota Killerpile.

Jack: Er, untuk Watari kurasa untuk saat ini…tidak tahu. Dulu pria itu hobi belajar tapi sekarang seringkali melamun dan mengkonsumsi obat tidur.

Q: What kind of food and drink do you like the most?

Daemi: Makanan pedas! Kalau minuman, aku tipe orang yang meminum apa saja kecuali alkohol. Toleransiku tidak terlalu tinggi untuk minuman keras itu. Kenapa? Sake, aku lebih senang rasa sake daripada soju.

Jack: Ki Joon sering mengajak makan di Pojangmatcha setelah membebaskanku dari jeruji besi dan mereka punya jokbal enak. Tiga tahun lalu mereka berada di dekat kantor Ki Joon tapi sekarang sudah pindah.

Kei: Permen. Minuman, kami senang calpis.

Q: Do you drink alcohol?

Daemi: Baru-baru ini, ya. Sedikit.

Jack: Iya, terkadang aku pergi minum bersama Senpaiku dulu karena Daemi tidak terlalu suka, begitu juga Kei. Watari lebih memilih maekju.

Kei: Kami tidak suka rasanya. Bukan tipe minuman kami.

Q: What is your favorite color and why?

Daemi: (Menggaruk kepala) Apa ya, tidak ada.

Jack: Hitam mungkin, karena…tidak ada pilihan.

Kei: Oranye. Kami senang melihat buah jeruk karena itu kami senang warna itu.

Q: Do you have any pet?

Daemi: Dulu, iya. Jenis golden retriever bernama Tenko diberi oleh teman Ryuu. Sudah meninggal tiga tahun lalu karena tiba-tiba teman Ryuu pindah ke negara lain. Aku tidak tahu kenapa, padahal aku adalah pemiliknya.

Jack: Tidak, tidak ada.

Kei: (Menggeleng) Dulu kami juga punya ayam!

Watari: Belum masih selesai?

Aku menoleh. Berusaha memahami keadaan, sebelum melayangkan pandangan ke salah satu anggota Killerpile. Meminta penjelasan mengapa tiba-tiba teman mereka berbicara tanpa struktur seperti itu.

Daemi: (Berbisik) Efek dari obat-obatan.

Lekas aku mengangguk paham.

Q: What music do you listen to?

Daemi: Slipknot, A7X, Laruku, Metallica, Dragonforce, My Chemical Romance, One ok Rock, All Time Low dan band indie lain.

Jack: Musikku tidak seluas Chami, tapi aku paling sering mendengar A7X, Blink 182, Fall Out Boy, Greenday, dan Nirvana.

Kei: Kami paling payah kalau ditanya musik metal, kami lebih senang mendengar Onerepublic, Queen, The Red Jumpsuit Apparatus, Second Serenande, Thirty Seconds to Mars dan akhir-akhir ini Coldplay.

Watari: Senang aku musik mendengar, Bon Jovi. Senang aku satu-satunya.

Q: What season do you enjoy the most?

Daemi: Musim panas.

Jack: Musim gugur.

Kei: Kami senang musim semi.

Watari: Dingin musim.

Q: Describe your family, please.

Daemi: Orangtuaku sudah tidak ada. Hanya Grandma, dua saudara laki-lakiku; Ryuu dan Shouta masih ada. Grandma dan Shouta tinggal di Manchester, sedangkan Ryuu dan aku menetap di Korea. Aku tidak punya hubungan baik dengan Ryuu, tapi aku tidak punya pilihan lain selain tinggal bersama dia di kota ini. Lagipula, Ryuu jarang berada di rumah.

Kei: Keluarga kami, tidak terlalu peduli dengan kami. Kami dibiarkan bebas. Kami memiliki satu saudara; Hiro-niichan, kemudian Adik perempuan; Koi.

Jack: Choi Ki Joon. Ahjussi sinting itu satu-satunya kerabat yang aku punya sekarang.

Watari: Cerita tidak aku punya.

Q: What was your first best friend like?

Jack: Kurasa tidak perlu dijelaskan lagi. Kau tahu dari cara mereka menjawab wawancara ini.

Daemi & Kei: (Mengangguk setuju)

Watari: (Menoleh ke kiri dan kanan, kemudian ikut menggerakkan kepala)

Q: How do you like to socialize?

Daemi: Lewat perkelahian. Waktu itu, semakin aku banyak berkelahi semakin banyak aku mendapatkan teman. Daripada melakukan busking di Hongdae atau Minato 21.

Jack: Ah, sosialisasi ya. Bertukar nomor telepon, mengajak mereka bertemu lalu berakhir di atas tempat tidur. Tapi, biasanya aku tidak pernah menghubungi mereka lagi setelah itu.

“Termasuk laki-laki?” Kataku, membulatkan mata.

Jack: Tentu saja tidak. Laki-laki tidak terlalu sering. Aku terlalu sibuk bermain dengan perempuan.

Kei: Ruang sosialisasi kami sempit. Kami hanya fokus untuk menjaga Chami-chan.

Watari: Ada tidak.

Q: What was the most memorable moment in your school-years?

Jack: Semua yang kulakukan dengan Killerpile adalah kenangan yang paling berharga untukku. Ah, ya ada satu lagi. Meskipun aku benci dengan paman tua itu tapi dikejar olehnya setiap pagi sebelum berangkat sekolah karena tertangkap menyembunyikan perempuan merupakan kenangan yang tidak bisa terlupakan.

Daemi: Ketika Jack dan Kei datang untuk bermalam di kompartemenku, kemudian aku mengajak mereka untuk menonton film. Tapi Jack malah memarahiku karena aku menangis saat menonton Madagaskar dan tertawa saat film horor diputar.

Kei: Menurut kami, ketika kami membawa berbagai macam binatang untuk santapan Jaechan di tempatnya. Kami pernah membawa Ayam, tapi Jaechan menolak dan terpaksa kami bawa ke sekolah. Kami beri nama, tapi kami lupa siapa.

Watari: (Tiba-tiba saja melamun dengan tatapan sendu)

Q: What traits do you like the most in others?

Jack: Jiwa bebas seperti Daemi.

Daemi: Apa, ya. Pemimpin, seperti Jaenghun? Sampai sekarang aku tidak tahu kenapa aku dipilih sebagai ketua band.

Kei: Baik hati. Daemi, Jaenghun, Min Woo, dan Watari punya itu.

Q: What did you want to be when you grew up; and what did you end up becoming?

Jack: Aku tidak pernah bermimpi setelah tahu kenyataan. Anak band, pengangguran.

Daemi: Dokter Hewan. Leader Killerpile, anak band.

Kei: Chef terkenal. Drummer Killerpile.

Watari:

Q: What were you most proud of?

Kei: Wajah imut kami.

(Jack merotasi bola mata)

Daemi: Tidak ada.

Jack: Entah.

Watari: (Bergidik bahu)

Q: What makes you laugh?

Daemi: Kei! Tanpa Kei, Killerpile tidak pernah bisa lengkap.

Jack: Kali ini aku setuju denganmu, Chami.

Kei: (Tersenyum lebar) Kami akan tertawa kalau semua anggota band tertawa.

Q: What makes you embarrassed?

Jack: Obsesi Ahjussi sinting itu untuk memenjarakanku.

Kei: Hiro-niichan. Keberadaan Oniichan selalu membuat kami merasa malu.

Q: What do you feel most passionately about?

Daemi: Melakukan busking bersama Killerpile? Ya, aku paling bersemangat ketika hari itu tiba.

Q: What did you find terribly scary?

Kei: Hiro-niichan. Menurut kami, kami sangat terkutuk kalau Hiro-niichan datang ke kota ini.

Jack: Tikus. Meskipun kubangan aku bermukim sangat keruh, tapi aku tidak pernah membiarakan mahluk kotor itu berkeliaran.

Q: What annoys you?

Daemi: Saat Jaenghun menyembunyikan keretek terakhirku. Aku masih kesal padamu, Jaenghun.

Jack: …Kei yang terkadang terlalu polos.

Kei: Jaechan sering mengatakan kami cebol, kami tidak suka. Kami ini imut, karena itu kami cebol.

Q: What makes you happy?

Semua: Killerpile.

Q: What makes you upset?

Daemi: Hmm, ketika aku tidak memiliki pekerjaan dan dibuat melamun di rumah. Atau, ketika Ryuu mulai berbicara denganku.

Jack: Ketika Ahjussi tua itu sering mengatakan kalau dia ingin membunuhku.

Kei: Dikunci oleh Oniichan. Tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumah.

Q: What are your bad habits?

Daemi & Jack: Aku tidak merasa memiliki kebiasaan buruk.

Kei: Naniyo, Chami-chan, Jaechan. Usotsuki!

Watari: …rasaku, obat-obatan makan.

Q: What do you do when you’re angry?

Daemi: Berkelahi.

Jack: Bang with someones.

Kei: Kami tidak pernah marah. Hidup kami selalu positif.

Watari: Dengan berbicarai Ai.

Q: If you were an animal, what animal is it?

Daemi: Tupai..?

Jack: Anjing.

Kei: Ayam, ayam!

Q: What are your favorite holiday destination?

Daemi: Manchester.

Kei: Yokohama

Watari: Kobe.

Q: What are your favorite activities during your spare time?

Daemi: Memasak ramen di tempat Jaenghun.

Q: What time do you usually go to sleep?

Daemi: 2 pagi.

Jack: Tergantung situasi.

Kei: 10 malam. Kami harus menjaga kulit kami.

Q: What is the first thing that you do when you wake up?

Daemi: Melakukan senam.

Jack: Kalau aku menghabiskan malam dengan perempuan, itu pun kalau dia belum pergi dari tempatku…aku menendangnya keluar.

Kei: Minum air putih.

Q: If you were to come into money what would you do with it?

Jack: Membangun studio untuk Killerpile.

Q: Who was the love of your life?

Kei: Chamiii-chan!!

Daemi: Kusso. Tidak ada. Semenjak Killerpile dibuat kami semua memutuskan untuk tidak terlibat dengan hal memusingkan seperti itu sampai band ini bubar.

Jack: (Menoleh ke Daemi) Ya, tidak ada.

Watari: Ibu.

Q: If you have a chance to change your life, will you take it or not? Why or why not?

Jack: Tidak. Meskipun berat, aku tidak mungkin bertemu dengan mereka kalau aku menganti kehidupanku yang sekarang.

Q: Do you have any message and impression that you want to say to your creator?

Jack: …Aku benar-benar merindukan mereka semua. Kupikir pergi sebentar dari kota ini bisa mengobati kekosongan mereka, tapi, ah sudahlah. Aku hanya ingin mengatakan kalau, dia bisa memutar waktu dan membiarkan aku terperangkap dalam masa mudaku dulu, aku akan merasa bahagia.

Q: Last but not least, what were you doing before you do this interview?

Jack: (Menghela napas) Aku berharap dua bangku ini tidak pernah kosong, aku harap sesi ini tidak pernah terjadi.

* * *

“Jack,” panggilku. Menutup notebook sembari melemparkan senyuman kepada pemuda semampai yang dibuat termangu usai melakukan sesi interview. “You should try to see around, maybe or might be. There’s also someone who’s waiting you like you do. We know time never heals you but, someone can fix you. Making you move on from the past.”

Pria itu tak menjawab, namun fokus irisnya beralih ke layar ponsel karena benda pipih itu tiba-tiba saja berpendar. Nama Senpai tergambar di sana, lengkap bersama foto profil yang nampaknya sengaja dipasang.

“Hei,”

Jack kembali mendongak.

Who knows?” Imbuhku, menepuk salah satu pundaknya sebelum berlalu.

Afternoon Tea With: End

Notes:

  1. Iyes, akhirnya selesai sesi wawancara ini. Jadi semua, ini adalah anggota band Killerpile ini adalah anak hasil produksi kedua. Dibuat tahun 2013 setelah Song Jae Hye. Awalnya, Daemi ini awal konsepnya cucu dari Yakuza gitu karena waktu itu saya nonton Gokusen series, tapi lambat laun berubah normal karena muncul karakter lain; Jack Percy, Kazehaya Kei, sama Watari Kobe. Begitulah kura-kura.
  2. Killerpile asik banget, kan. Nano-nano gitu. Daemi yang males hobi ngerokok sama berantem, Jack yang ga bisa lepas ngebang cewek mulu, terus Kei si pendek kerjaannya protes gak akhir, terus Watari rada-rada sinting gitu.
  3. Sebenernya saya sedih mau misahin Killerpile karena mereka ini udah klop banget, apalagi chemistry antara Jack-Daemi, Kei-Daemi, atau Kei-Jack tapi karena waktu itu plotnya tabrakan sama punya teman (anw pasangan Daemi dulu itu si Daehyun BAP) feelnya jadi hilang. Tapi, ya sudahlah. Kesian juga Jack tersakiti mulu.
  4. Terimakasih!!
Advertisements

Something isn't right, is it? Tell me!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s