[90º Degrees] Ask Your Original Character: Afternoon Tea With Kanpa Shigeru

Games ini dibuat oleh salah satu penulis ©snqlxoals818. Tapi saya telat ikut karena postingannya sudah dihapus. Berhubung sudah terlanjur nulis sesi interview dengan anak-anak saya (re, karakter original) dan kebetulan di blog penulis dikasih izin buat terus lanjut, jadi saya tetep publish sampai saya merasa pasai. Okelah, mari mulai!

Afternoon Tea With:

Kanpa Shigeru

かんパ

. . .

“This world is not a place to have fun, at least for me.”


December, 6th 2016

Seoul, South Korea

“Kanpa Shigeru,”

Pria muda itu mendongak. Berbeda dengan pertemuan waktu itu, kini aku tidak melihat perbedaan warna pada iris matanya atau nama beken dari kelainan itu; Heterochroma-iridium. Hanya tautan pekat tanpa isi; kosong dan nampak sangat dingin. Tapi meskipun begitu ia masih membalas ucapanku dengan senyuman.

“Ingin wawancara denganku sejenak,” aku mengacungkan notebook ke udara, kemudian menarik kursi setelah Kanpa memberi aba kalau aku bisa duduk di seberangnya. “Hanya beberapa pertanyaan, hitung-hitung membuang waktu selagi hujan masih—” Ia mengeryih, spontan membuatku berhenti berbicara. Kemudian aku berdeham sembari menggaruk tengkuk. Sadar kalau aku tidak bisa berbuat seenaknya dengan pemilik nama belakang Shigeru ini.

“Dia baik-baik saja?” Tanyanya, menjamah keripik di tengah meja. Dahiku berkerut, serta-merta memiringkan kepala tidak mengerti. “Siapa…? Oh!” Aku kontan menepuk kedua tangan ketika sadar akan orang yang dimaksud oleh pemuda itu. “Saudaramu, Kisho? Ya, dia sehat…kurasa. Tapi, omong-omong,” lantas aku beranjak, merundukkan tubuh dalam sebelum kembali duduk. “Terimakasih atas bantuanmu waktu itu. Aku tidak sempat mengatakan ini padamu.”

Kanpa mengerang dengan tubuh disadarkan ke sandaran kursi. Dua kakinya ia lipat ke atas. “Iie, menolong sesama manusia itu sudah seharusnya. Tapi,” Mendengar pria itu berdesis panjang, aku kembali menduduki kursi. “dia sama sekali tidak menyinggungku, ya di wawancaranya. Bagaimana dengan Sobo, kau berpapasan dengan beliau tidak, Yui? Atau Kenai, kau pasti bisa langsung mengetahui siapa gadis itu karena dia selalu berpergian dengan buku ekonomi—”

Aku terkekeh. “Kau pasti benar-benar merindukan mereka.”

“Tidak.” Tukas Kanpa, cepat. Melipatkan kedua tangan di depan dada. Muka pria itu berpaling ke arah lain, tidak menatapku. “Benar, aku tidak merindukan mereka. Kemarin aku hanya mampir untuk memperingatkan seseorang.”

* * *

tumblr_nr00axglo41r9vl6zo1_540

What do you look like?

Aku ini tidak memiliki tampang pembunuh sama sekali, bukan? Mungkin itu juga alasan kenapa aku ditendang dari daftar penerus dari keluarga itu selain karena aku sangat murah hati kepada orang yang lebih tua. Walaupun terdengar menyeramkan, aku selalu menomor-satukan orangtua.

What do you like to wear?

Gelasan. Sebenarnya, selain memakai baju seluruh tubuhku dilindungi oleh gelasan beracun kasat-mata (Bisa membunuhmu dalam hitungan detik kalau tidak hati-hati). Hanya sebagai perlindungan saja kalau diserang oleh musuh secara mendadak atau otakku tidak merespons serangan dari pihak musuh.

What are your hobbies?

Menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Selain itu, aku suka memasak waffle dan menyambungkan hobiku ini ke sebuah kafe di Gangnam.

What kind of food and drink do you like the most?

Aku suka belut. Sewaktu masih tinggal di Hakadote, satu saudaraku, Adik kecil bernama Yui dan aku kerap berpergian ke pantai untuk menyantap berbagai macam belut. Minum, aku ya. Apapun asal memuaskan hasrat hausku.

Do you drink alcohol?

Tidak. Aku sibuk menyalurkan uangku untuk orang-orang kurang mampu.

What is your favorite color and why?

Perpaduan warna mataku ini. Entah, aku hanya suka.

Do you have any pet?

Tidak ada.

 What music do you listen to?

Banyak, sih. Tergantung kafe tempatku bekerja. Tapi kalau sudah ada di rumah aku jarang mendengarkan musik. Banyak dihabiskan untuk tidur atau bekerja saat akhir pekan bertandang.

What season do you enjoy the most?

Musim gugur. Mengingatkan aku akan seseorang.

Describe your family, please.

(Menggaruk tengkuk dan mengalihkan pandangan lagi ke sembarang arah)

Shigeru? Hanya keluarga yang dibayar oleh orang-orang haus akan ketenaran. Diantara kami semua, Junichiro Oniichan paling sering memilih klien. Kalau dia tidak suka, Oniichan bisa sampai membunuh klien meskipun acapkali dimarahi oleh Sobo.

What was your first best friend like?

Tomodachi? Eto…(menggaruk pipi) Aku senang berteman dengan orang banyak karena hari kerjaku jadi terasa lebih pendek. Hm, aku tidak tahu ini bisa dikatakan teman baik atau tidak, tapi sewaktu pertama kali pindah kemari aku berkenalan dengan anak dari teman Chichi dulu; Shin dan Jun. Kami berteman baik, sepertinya? Bahkan aku sampai tinggal bersama mereka di pulau Ulleungdo. Ah, banyak orang tidak tahu letak pulau itu di mana karena memang sangat terpencil. Shin-san, walaupun bersikap dingin dia terkadang menyisikan beberapa nasihat sama seperti Jun-san. Mengingat mereka aku jadi bertanya-tanya, di mana mereka sekarang?

How do you like to socialize?

Aku sering bersikap seperti parasit (tertawa). Kalau aku ingin dekat dengan orang itu, aku akan banyak menghabiskan waktu bersama mereka dan terus menempel sampai tidak ada batas canggung lagi.

What was the most memorable moment in your school-years?

Sekolah? Aku tidak pernah sekolah.

What traits do you like the most in others?

Apa ya, toleransi?

What did you want to be when you grew up; and what did you end up becoming?

Sebenarnya aku sangat ingin menjadi penerus Shigeru, tapi karena kecerobohanku waktu itu aku dikeluarkan secara tidak terhomat dari daftar keluarga. Sekarang, asisten memasak waffle dan terkadang mengambil tugas kecil-kecilan dari klien di akhir pekan demi membayar biaya sewa tempat tinggal di Gangnam.

What were you most proud of?

Sikap tolong-menolong yang ikut mengalir dalam darah dagingku? Tidak banyak anak dari pembunuh bayaran terkenal sepertiku ini berkeliaran (tertawa).

What makes you laugh?

Kebodohan Jiwoo. Ah, Jiwoo ini salah satu penjaga kasir di kafe tempat aku bekerja. Dia sering kali menjadi bahan leluconku di pagi hari.

What makes you embarrassed?

Sikap kekanakan Kisho. Masih sering menyusahkan orang.

What do you feel most passionately about?

Membantu orang tua.

What did you find terribly scary?

Sobo? Kalau dia sudah marah, gunung tempat Shigeru berkediaman bisa rata menjadi tanah.

What annoys you?

Akhir-akhir ini, beberapa orang mulai mencariku dan hendak membunuhku. Termasuk salah satu saudara dari Shigeru.

What makes you happy?

Saat aktif di akhir pekan.

What makes you upset?

Rikues dari klien. Apalagi kalau mereka menyuruhku untuk membunuh orang tua.

What are your bad habits?

Aku rasa, aku yang bersikap seperti orang normal. Maksudku, aku ini bukan manusia normal…di dalam darahku mengalir keturunan tersohor dari zaman Edo dan aku malah mencoreng sejarah keluarga dengan bersikap seperti ini.

What do you do when you’re angry?

Tidak fokus. Seringkali salah sasaran dan membunuh orang yang salah. Maka dari itu ketika melakukan tugas, aku harus dalam keadaan tenang.

If you were an animal, what animal is it?

Paus?

What are your favorite holiday destination?

Aku ingin mengunjungi pulau Ulleungdo.

What are your favorite activities during your spare time?

Bertemu dengan informan untuk bertukar informasi.

What time do you usually go to sleep?

Di akhir pekan aku akan tidur pukul 6 pagi, tentu setelah misi selesai. Dan hari biasa, mungkin 12 malam atau 1.

What is the first thing that you do when you wake up?

Mencukur kumis. Aku tidak tahu kenapa kumisku cepat sekali tumbuh dan aku harus mencukurnya setiap hari.

If you were to come into money what would you do with it?

Aku ingin menolong orang sebanyak mungkin.

Who was the love of your life?

Belum bertemu.

If you have a chance to change your life, will you take it or not? Why or why not?

 Yang lalu biarkan saja berlalu, aku tidak ingin terlalu memusingkan persoalan untuk menganti nasib atau tidak. Sekarang aku hanya ingin fokus untuk terus hidup dan membuktikan pada keluargaku kalau aku juga bisa diandalkan.

Do you have any message and impression that you want to say to your creator?

Kau pasti memiliki alasan bukan sampai membuat hidupku seperti ini. Aku tidak bermaksud menyalahkanmu, tapi aku harap kau tidak akan menyerah dengan keadaan ini. Semua pasti memiliki jalan keluar. Cerita tidak akan habis kalau berhenti dengan bahagia, begitu juga ketika kau mengantungnya tanpa alasan jelas. Aku hanya berharap kau masih mau menulis kembali dan menyelesaikan apa yang sudah kau tulis dalam benakmu.

Last but not least, what were you doing before you do this interview?

Aku baru pulang dari Jepang dan bertemu denganmu di kafe bandara ini.

* * *

“Dia ada di sini.” Dahi pemuda itu berkerut, aku melambungkan senyuman. “Terimakasih sudah menyisihkan waktu untuk diwawancari. Kau,” kepalaku berangguk-angguk dengan isi kepala melayangkan sesi bincang bersama salah satu anggota keluarga Shigeru lain. “maksudku kalian, memiliki karakteristik berbeda. Kisho tidak mendominasi atmosfer tapi aku bisa merasakan kalau ia cukup terjaga. Sedangkan kau, aku bisa merasakan kegelisahanmu sedari pertama kali bertemu.”

Kanpa bergidik bahu. “Dia hanya sok keren di depanmu. Aku hanya tampil apa adanya. Kita tidak pernah tahu situasi, kan.” Ia menegak tubuh, kemudian mengorek telinga tak acuh. “Aku masih tidak mengerti, apa maksudmu dia ada di sini?” Belum sekian detik Kanpa bertanya, ia serta-merta melompat ke arahku.

Brak!

Shinai melaju kencang dari arah tempat Kanpa duduk, melesat sampai tertancap di dinding kafe. Sebagian pengunjung telah berlarian keluar, yang lain ikut melakukan hal sama denganku; berlindung di bawah meja. Sementara Kanpa mengasurkan tatap ke benda tadi sebelum kembali menatapku penuh kekesalan.

“Kau bercandakan,”

Bola mataku menandak kesembarang arah. Terulas senyum luas tak enak hati, “oh, aku telat. Terimakasih atas waktumu.” Aku menepuk kedua pundak pria itu singkat sebelum berlalu.

Kanpa berdecak. Sekali lagi ia menoleh ke arah Shinai dengan bingkai khas itu, namun tetap membuat pemuda itu menggeram kesal. Tidak salah lagi, ia tahu benar siapa pemiliknya;

“Kenapa harus Kiri?”

Afternoon Tea With: End

  1. Akhirnya, sesi bincang sama kembaran Kisho selesai juga. Makasih buat Kisho, berkat jawabannya si Kanpa gak perlu ngejelasin panjang lebar lagi soal keluarga meskipun itu topik favorit dia.
  2. Meskipun kembar gitu, mereka berdua gak punya sikap sama. Bisa diliat dari Kanpa yang masih ada jiwa sosialnya ketimbang Kisho. Tapi semua sama-sama tamvan.
  3. Asal usul*: Karakter Kanpa ini dibuat karena waktu itu konflik Shigeru masih sedikit. Cuma seputar Chaera aja. Jadi karena saya pengen ngebuat mereka punya plot lain, akhirnya Kanpa dibuat. Tapi awalnya Kanpa bernama Kaage dan bukan saudara kembar Kisho. Melainkan mata-mata dari klan Gyu tapi diangkat jadi anak sama Kouzu.
Advertisements

Something isn't right, is it? Tell me!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s