[90º Degrees] Ask Your Original Character: Afternoon Tea With Isaak Elagin

Games ini dibuat oleh salah satu penulis ©snqlxoals818. Tapi saya telat ikut karena postingannya sudah dihapus. Berhubung sudah terlanjur nulis sesi interview dengan anak-anak saya (re, karakter original) dan kebetulan di blog penulis dikasih izin buat terus lanjut, jadi saya tetep publish sampai saya merasa pasai. Okelah, mari mulai!

Afternoon Tea With:

Isaak Elagin

Изаак  Елагин

. . .

“You know nothing about me. Neither Adam nor Maxine, nay that women who gave birth to me. No one knows me well.”


December, 3rd 2016

Oymyakon, Siberia

Skedul untuk mewawancari kemarin mendarat di salah satu emailku, berasal dari orang tidak dikenal, pun terdaftar dalam surel yang pernah bertukar pesan. Berkata kalau dia sudah menghubungi pihak kantor media pusat dan janji sesi bincang telah diskedulkan awal bulan di sebuah kota yang bahkan tidak bisa kusebutkan dengan benar.

Oymyakon, ini kali pertama kota itu terucap keluar dari mulutku.

Dengar-dengar suhu di sana tidak stabil, lebih menonjol ke arah kurang bersahabat karena malam akan terasa sangat panjang disertai udara dingin menusuk lebih dari ke tulang. Hal itu terbukti ketika aku telah mendarat di bandara terdekat kota itu; Yakutsk, dan bertemu dengan si pengirim surel di lobi utama.

“Maaf merepotkan Anda,” hanya senyum aku layangkan ketika ia dengan baiknya membuka pintu mobil. Bukan bermaksud tidak sopan, tapi suhu -32 derajat ini sontak membuat bibirku terasa sulit untuk dibuka. “Tuan saya memang sengaja memilih tempat ini agar Nona Maxine tidak ikut dan berbuat ulah.” Imbuh pria tua itu usai menduduki kursi kemudi dan memasang seatbelt.

Ah, gadis genius itu lagi.

“Perjalanan menuju kota Oymyakon akan memakan waktu duapuluh jam, Anda ingin membeli sesuatu terlebih dahulu? Karena akan sulit berhenti mendengar suhu malam ini akan semakin menurun, apalagi kalau sudah sampai di kota kelahiran Tuan Isaak.” Ia memajukan tubuh, menengok pemandangan di luar dengan meringis.

Kepalaku meneleng pelan, “tidak terimakasih.” Aku menyandarkan dahi di jendela, terhela napas panjang. Tidak heran mengapa kota seperti ini dijadikan tempat persembunyian.

* * *

1359711067-278616_24

What do you look like:

Introvert. Aku benci berhubungan dengan banyak orang atau berada di tempat yang ramai dan seringkali menghabiskan waktu di dalam lab meskipun tidak terlibat dalam proyek. Tapi tidak semua orang memandangku di sisi yang sama, seperti Adam contohnya, dia berkata kalau aku ini seperti batu. Keras, tidak banyak bergerak dan berbicara denganku bagaikan berbincang dengan angin kosong (terlepas dari tajuk proyek). Sedangkan Samuel, memandangku sebagai orang normal di rumah sakit mental. Maxine, aku yakin dia mengatakan hal baik-baik tentangku.

What do you like to wear:

Kacamata tebal. Tanpa benda itu aku tidak bisa melihat dengan jelas.

What are your hobbies:

Menyendiri di lab dan berbicara dengan tanaman, membaca buku di kafe dengan musik tenang atau tidak terlalu ramai dan melatih kelincahan tanganku di depan komputer.

What kind of food and drink do you like the most:

Kopi di seluruh kota Boston. Hampir semua telah kucoba berkat lidah Maxine. Makanan, aku tidak punya yang spesifik tapi kalau makanan yang sering aku konsumsi itu Muksun dan Omul.

Do you drink alcohol:

Iya. Aku tidak terlalu menyukai vodka mengingat tempat asalku dari Rusia, aku lebih memilih wine. Walaupun aku bukan tipe orang yang suka menghabiskan uang demi minuman mahal seperti itu.

What is your favorite color and why:

Putih dan Biru. Mengingatkanku akan rumah dan masa lalu.

Do you have any pet:

Ada. Baru-baru ini aku mendapat informasi kalau Nochka, kucing turun-temurun dari Iskra ketika masih menetap di rumah lamaku dulu. Sewaktu belum dipindah-tangankan ke Boston secara sepihak.

What music do you listen to:

Musik yang tidak menyakiti telinga dan konsentrasiku.

What season do you enjoy the most:

Musim dingin karena pada saat itu kau bisa menyembunyikan sesuatu tanpa ketahuan.

Describe your family, please:

Aku tidak pernah membenci Iskra meskipun dia menghilang tanpa berkata apapun dan memberitahu ke penduduk di sini kalau aku sudah mati. Lagipula, dibenci atau tidak, dia tetap wanita yang telah melahirkanku. Iskra yang teringat di dalam benakku saat menetap bersamanya adalah wanita pekerja keras. Dia sering tidak berada di rumah dan ketika pulang akan terlelap di kursi malasnya, dia juga akan menegurku kalau aku bermain terlalu berisik dekat perapian. Iskra tidak pernah menyinggung persoalan kerja, aku tahu kalau dia terlibat dalam proyek roscosmos karena kumpulan buku-bukunya dekat perapian.

Setelah itu aku tidak tahu lagi karena kota ini tiba-tiba saja mendapat serangan dan aku terpisah dari penduduk sini.

What was your first best friend like:

Banyak berbicara hal mustahil dan tidak mudah menyerah. Maxine menyambutku cukup hangat, saat aku pertama kali dibawa oleh Adam dan teman polisinya, Abraham dari bandara menuju rumah. Dia sering datang ke kamarku dan bertanya banyak hal dan tidak akan berhenti kalau jawabanku benar-benar memuaskan rasa keinginan-tahunya.

How do you like to socialize:

Seperti aku katakan di awal, aku benci berhubungan dengan banyak orang atau mengharuskan aku berkata banyak hal. Berbeda dengan sesi wawancara seperti ini, aku hanya dihadapi oleh satu orang. Karena itu aku tidak memiliki banyak teman.

What was the most memorable moment in your school-years:

Tidak ada.

What traits do you like the most in others:

Tidak banyak bicara sepertiku? Lebih baik. Tapi, aku tidak mau Maxine berubah karena ucapanku ini. Akan lebih susah dihadapi daripada sifatnya yang pemaksa itu.

What did you want to be when you grew up; and what did you end up becoming:

Sewaktu kecil aku banyak menghabiskan waktu untuk tinggal di dalam rumah dan membaca koleksi buku Iskra dan saat itu aku menemukan foto William Brown, ilmuan tumbuhan terkenal. Lalu, aku memutuskan untuk menjadi seperti beliau. Keinginan itu terwujud bahkan aku diberikan bonus, Adam sebagai Ayah angkatku juga merupakan anak didik dari beliau.

What were you most proud of:

Tempata asalku, Oymyakon.

What makes you laugh:

Aku jarang tertawa.

What makes you embarrassed:

Kebodohan Maxine. Hal ini membuat aku khawatir. Kalau dia sampai menyukai orang lain dan bertindak sama seperti yang gadis itu lakukan padaku akan sangat berbahaya.

What do you feel most passionately about:

Begitu mendapatkan proyek dan menghabiskan waktu bersama tumbuhan. Tapi sejujurnya, menemukan Iskra di tempat persembunyiannya.

What did you find terribly scary:

Love.

What annoys you:

Saat Maxine berkali-kali mengatakan perasaan semunya padaku.

What makes you happy:

Rumah. Bisa saat berada di Boston atau di sini.

What makes you upset:

Tidak ada.

What are your bad habits:

Tidak banyak berbicara.

What do you do when you’re angry:

Menyumpah atau berkata kasar pada orang yang sedang kumarahi.

If you were an animal, what animal is it:

Kucing.

What are your favorite holiday destination:

Oymyakon.

What are your favorite activities during your spare time:

Tidur di rumah.

What time do you usually go to sleep:

Enam pagi.

What is the first thing that you do when you wake up:

Membuka kamus ilmiah.

If you were to come into money what would you do with it:

Melamar orang yang kucintai selama belasan tahun ini.

Who was the love of your life:

Aku tidak mau menjawab bagian ini karena Maxine pasti akan berbuat sesuatu.

If you have a chance to change your life, will you take it or not? Why or why not:

Tidak. Aku sudah merasa puas dengan kehidupanku sekarang meskipun telah kehilangan indra pencecap dan masih harus mencari Iskra yang tidak pernah aku ketahui keberadaannya.

Do you have any message and impression that you want to say to your creator:

Iskra, aku ingin tahu dia ada di mana.

Last but not least, what were you doing before you do this interview:

Hanya membaca buku sembari mendengarkan musik.

* * *

What will you do?” Tanyaku, ketika kami berdua tengah berada berjalan bersama menuju jalan utama. Isaak tidak menjawab, ia malah mempererat coat dan memasukkan kedua tangan dalam ceruk. “If I tell you about your Mom, will it makes any differences for you? You know,” aku kembali menoleh ke depan. “You can’t have all the things on your hands. If you got something then you lost something also.”

Kami berhenti. Mobil pria tua yang mengantarku kemarin malam telah terparkir di seberang lengkap dengan si pengemudi, berdiri di samping pintu untuk mempersilahkan aku masuk.

Tidak ada jawaban, pun membaurkan tatapan sebagai tanda perpisahan. Aku memilih untuk merunduk lebih dahulu. Berucap kata pisah dan melangkah ke arah mobil.

I will tell her,” aku berhenti jenak. “That I’ve been missing her since I was born.” Tak terasa dua sudut bibirku tertarik. Kemudian aku membalikan tubuh, berhadapan dengan Isaak kembali. “Nice. But I think she won’t be move even if you say like that. I see, then I will tell you where’s she now. Your Mom,”

“—You’ll late.” Potong pria muda itu. Ia menoleh, tersenyum samar, “I will find her myself.”

Afternoon Tea With:End

  1. Hachi anak yang sebatang kara, pergi mencari Ibunya~ Oke, ini cerita Isaak mengingatkan saya akan kartun lebah Hachi lol. Wawancara dengan manusia es dari Siberia akhirnya selesai, saya malah gak nyangka kalau bakal secepet ini. Anaknya asik, sih, gak banyak omong kayak Killerpile /lho/
  2. Berkat Isaak saya menginjakkan kaki di Oymyakon, duh makasih banyak. Semoga kamu cepet ketemu sama Ibumu yang melarikan diri itu ya.
  3. Makasih!!
Advertisements

Something isn't right, is it? Tell me!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s